![]() |
| KOMPETENSI: Kegiatan pendampingan pembukuan ini hadir sebagai bentuk nyata dari komitmen pengurus dalam membangun kolaborasi taktis antarguru- Foto Dok Agustina. |
GOKALTIM.COM, SAMARINDA- Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) Kota Samarinda secara agresif menggenjot standar kompetensi siswa melalui strategi baru dalam agenda Pendampingan Penyesuaian Pelaksanaan Pembukuan guna menjawab tingginya angka ketidaklulusan ujian keahlian.
"Tahun ajaran 2024-2025 menjadi sejarah kelam sekaligus bahan evaluasi besar kami, karena pada masa itu jurusan AKL secara mengejutkan mencatatkan diri sebagai jurusan dengan jumlah siswa Belum Kompeten terbanyak," ujar Ketua MGMP AKL Samarinda Musleh S.Pd di Hotel Five Premiere Samarinda, Jumat (22/5/2026).
Musleh memaparkan bahwa berdasarkan hasil analisis mendalam, penentuan penerapan ujian skema klaster maupun okupasi memegang peranan sangat vital terhadap tingkat kelulusan.
Hal tersebut terjadi karena dari segi fokus pengerjaan praktik, kedua skema sertifikasi tersebut terbukti memiliki tingkat kerumitan dan metode penyelesaian yang sangat berbeda.
Oleh karena itu, kegiatan pendampingan pembukuan ini hadir sebagai bentuk nyata dari komitmen pengurus dalam membangun kolaborasi taktis antarguru.
Upaya penyamaan persepsi ini bertujuan mulia agar materi pembelajaran akuntansi yang disampaikan di masing-masing sekolah menjadi lebih terarah dan relevan.
Pendekatan komprehensif tersebut juga diyakini mampu membuat para tenaga pendidik lebih sigap beradaptasi dengan tren perkembangan sistem administrasi keuangan modern di dunia kerja riil.
Tidak sekadar berfokus pada penyampaian teori, agenda strategis ini juga diarahkan sepenuhnya untuk memperkuat kemampuan teknis pembukuan para pendidik saat membimbing siswanya.
Di sisi lain, forum pendampingan ini turut beralih fungsi menjadi sarana efektif dalam mempererat jejaring profesional dan komunikasi antarguru kejuruan di Kota Tepian.
MGMP kini menjadi wadah silaturahim andalan bagi para guru untuk merapatkan barisan dan menjaga soliditas bersama.
Keharmonisan antarpendidik ini menjadi senjata utama sekolah dalam menghadapi sengitnya dinamika persaingan standar kompetensi, khususnya dalam menjawab tantangan dari Lembaga Sertifikasi Profesi. (AGS/AR)
