Page Nav

HIDE

Post Meta

SHOW

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Meski Lajang, Guru Muda Ini Raih Prestasi Pemprov Kaltim Lewat Mengajar Kreatif

KREATIF: Dua guru muda, Rosinani (kiri) dan Aulia (kanan) menerima penghargaan dari Pemprov Kaltim- Foto Dok Agustina.

GOKALTIM.COM, SAMARINDA – Dua guru muda di Kota Samarinda sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkat dedikasi mereka mengembangkan metode pengajaran kreatif yang adaptif terhadap teknologi digital.

"Untuk kategori GTK Transformatif, saya memanfaatkan pembelajaran digital terutama menggunakan Canva Coding guna menciptakan multimedia pembelajaran interaktif," kata Guru Kimia SMA Negeri 1 Samarinda Aulia Nauli Efendi saat ditemui di Samarinda, Selasa (25/11/2025).

Aulia berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 untuk kategori GTK Transformatif tingkat provinsi.

Inovasi yang ia kembangkan tidak hanya berhenti pada penggunaan aplikasi desain semata, melainkan dikombinasikan secara apik dengan penggunaan kartu flash card.

Metode gabungan ini bertujuan agar para siswa tidak sekadar menghafal rumus atau konsep kimia yang sering dianggap abstrak dan membosankan.

Peserta didik diajak menyelesaikan berbagai permasalahan melalui pendekatan permainan memecahkan misteri kode-kode kimia yang menantang nalar.

Melalui permainan tersebut, siswa ditantang untuk menentukan bahan-bahan kimia apa saja yang memiliki manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Wanita berusia 29 tahun ini mengakui adanya perubahan signifikan pada partisipasi dan keaktifan siswa di dalam kelas setelah penerapan metode hibrida tersebut.

Sebelum adanya inovasi ini, penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang konvensional cenderung membuat suasana belajar menjadi pasif dan satu arah.

Kini, siswa menjadi jauh lebih antusias dan interaktif karena merasa dilibatkan langsung dalam proses simulasi maupun permainan edukatif.

Dukungan fasilitas sekolah yang memadai berupa papan tulis pintar atau smart board di setiap kelas turut memaksimalkan penerapan multimedia interaktif buatannya.

Meski masih berstatus lajang, Aulia membuktikan bahwa usia muda adalah momentum emas untuk mencetak prestasi dalam dunia pendidikan yang telah ia geluti sejak tahun 2019.

Prestasi membanggakan serupa juga diraih oleh Rosninani, seorang pendidik muda yang mengajar di SMK Negeri 15 Samarinda.

Ia terpilih sebagai salah satu peraih penghargaan 50 Bahan Ajar Digital Terbaik yang diselenggarakan secara kompetitif oleh Pemprov Kaltim.

Pencapaian tersebut didapat setelah dirinya berhasil menyisihkan lebih dari 200 peserta lain yang turut berkompetisi ketat dalam ajang bergengsi itu.

Guru yang mengampu mata pelajaran Pemasaran ini mengangkat materi spesifik mengenai tata cara pelayanan pelanggan atau customer service yang prima.

Bahan ajar digital yang ia ciptakan berupa video pembelajaran komprehensif yang memvisualisasikan teknik melayani konsumen dengan benar sesuai standar industri.

Dalam video tersebut, ia menampilkan berbagai skenario pelayanan nyata, mulai dari penanganan keluhan hingga perbandingan visual antara layanan yang baik dan buruk.

Pendekatan praktis melalui media video sengaja dipilih agar siswa sekolah kejuruan dapat langsung mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas ke dunia kerja.

Uniknya, proses pembuatan video pembelajaran tersebut melibatkan siswa secara langsung sebagai aktor yang memerankan karakter pelanggan maupun staf pelayanan.

Rosninani yang telah mengabdi sejak tahun 2017 ini menilai pelibatan siswa dalam pembuatan materi ajar membuat konten menjadi lebih relevan dan mudah dipahami rekan sebayanya.

Walaupun harus membagi waktu antara kewajiban mengajar dan peran domestik sebagai ibu dari tiga orang anak, semangatnya untuk berinovasi tidak kalah dengan rekan sejawat yang belum berkeluarga.

Sinergi antara kreativitas Aulia dan pendekatan praktis Rosninani menjadi bukti nyata bahwa guru-guru di Kalimantan Timur mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Keduanya berharap penghargaan dari pemerintah provinsi ini dapat memicu semangat rekan-rekan guru lainnya untuk terus melahirkan karya inovatif demi kemajuan pendidikan daerah. (AGS/AR)